Umrah Haji Umroh

PT. Shabilla Travel, Travel Umroh Haji

Arab Saudi mengurangi kuota haji selama ada proyek perluasan Masjidil Haram.
Pemerintah Arab Saudi meminta jamaah haji Indonesia memahami keputusan pengurangan kuota haji Indonesia sebesar 20% karena adanya proyek perluasan Masjdil Haram.
Perluasan diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan serta keamanan jamah haji di masa mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarat.
Dubes Mustafa juga menegaskan bahwa pengurangan kuota ini juga berlaku untuk seluruh Jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk jamaah haji lokal dari negara itu.

Baca Juga: Promo Murah| Umroh Murah Plus Bangkok $1750 | Umroh Plus Turki | Umroh Plus Amman | Paket Tour Domestik | Paket Tour Internasional
“Memang Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, banyak yang ingin naik haji. Karena jumlahnya yang besar itu, akhirnya diperlukan perluasan di Masjidil Haram,” kata Mustafa bin Ibrahim Al Mubarat.
”Dan perluasan ini membutuhkan waktu, yang tujuannya untuk kenyamanan dan keamanan jemaah haji sendiri,” tambahnya.
Menurutnya, selama pengerjaan mega proyek perluasan, daya tampung Masjidil Haram — yang menjadi lokasi thawaf mengelilingi Ka’bah — berkurang hingga 50%.
“Sebelum perluasan, bisa menampung 48 ribu (jamaah haji) per jam. Sekarang, adanya proyek ini, maka kapasitasnya turun menjadi 22 ribu orang setiap jamnya,” jelasnya.
Tidak bisa dinego
Pernyataan Dubes Mustafa ini juga menegaskan kembali sikap pemerintah Arab Saudi yang tetap menolak keinginan upaya pemerintah Indonesia agar pengurangan kuota haji Indonesia tidak sampai 20%.
“Pengurangan kuota haji 20 persen itu langkah preventif, dan itu tidak bisa dinego, karena ini keputusan resmi Kerajaan Saudi.”
Jumlah Jamaah Haji yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini tetap berkurang 42 ribu orang, kata Dubes Saudi.
“Pengurangan kuota haji 20 persen itu langkah preventif, dan itu tidak bisa dinego, karena ini keputusan resmi Kerajaan Saudi,” tegas Dubes Mustafa.
Dengan demikian, Pemerintah Arab Saudi tetap hanya memberikan jatah sebesar 168.000 jamaah atau berkurang 20% dari kuota semula sebesar 211.000 jamaah.
Lebih lanjut Dubes Mustafa mengatakan, pemotongan kuota haji itu akan berlaku selama pengerjaan mega proyek itu berlangsung yang diperkirakan maksimal rampung dalam 3 tahun.
Namun demikian, lanjutnya, mengatakan pengurangan kuota sebesar 20% bagi jamaah haji asal Indonesia “tidak bersifat tetap”.
“Masih terbuka kemungkinan akan ditambah (kuotanya)seiring dengan tambahan kapasitas daya tampung masjidil haram,” katanya.

FacebookTwitterGoogle+Share
Categories: Blog Shabilla Travel