Umrah Haji Umroh

PT. Shabilla Travel, Travel Umroh Haji

Sebagai umat muslim, kita tentunya mengetahui bahwa menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke-lima dan hukumnya Wajib bagi muslim yang mampu. Arti mampu disini artinya mampu secara keseluruhan, baik secara materi (termasuk untuk keluarga yang ditinggalkan), fisik dan psikologis.Ibadah Haji hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun, karena ada waktu khusus yang harus diikuti yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Lalu bagaimana hukum Ibadah Umroh?Dalam masalah ini ada khilaf (silang pendapat) di antara para ulama.Ulama Malikiyah, kebanyakan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa ‘umroh itu sunnah muakkad, yaitu ‘umroh sekali seumur hidup.Sedangkan sebagian ulama Hanafiyah lainnya berpendapat bahwa ‘umroh itu wajib sekali seumur hidup karena menurut istilah mereka sunnah muakkad itu wajib.Pendapat yang paling kuat dari Imam Syafi’i, juga menjadi pendapat ulama Hambali, ‘umroh itu wajib sekali seumur hidup. Imam Ahmad sendiri berpendapat bahwa ‘umroh tidak wajib bagi penduduk Makkah karena rukun-rukun ‘umroh yang paling utama adalah thowaf keliling Kabah. Jadi bagi yang MAMPU, berusahalah untuk menunaikan ibadah umroh, minimal sekali seumur hidup.

Diantara hikmah dalam menunaikan ibadah haji dan umroh adalah sebagai berikut:

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْعُمْرَةُإِلَىالْعُمْرَةِكَفَّارَةٌلِمَابَيْنَهُمَا،وَالْحَجُّالْمَبْرُوْرُلَيْسَلَهُجَزَاءٌإِلاَّالْجَنَّةُ.

Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” [1]

  1. Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَابِعُوْابَيْنَالْحَجِّوَالْعُمْرَةِفَإِنَّهُمَايَنْفِيَانِالْفَقْرَوَالذُّنُوْبَ،كَمَايَنْفِيالْكِيْرُخَبَثَالْحَدِيْدِوَالذَّهَبِوَالْفِضَّةِ،وَلَيْسَلِلْحَجَّةِالْمَبْرُوْرَةِثَوَابٌإِلاَّالْجَنَّةُ.

Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan Surga.”[2]

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْحَجَِّللهِعزوجلفَلَمْيَرْفُثْوَلَمْيَفْسُقْرَجَعَكَيَوْمِوَلَدَتْهُأُمُّهُ.

Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasiqan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.”[3]

  1. Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

اَلْغَازِيفِيْسَبِيْلِاللهِوَالْحَاجُّوَالْمُعْتَمِرُ،وَفْدُاللهِ،دَعَاهُمْفَأَجَابُوهُ. وَسَأَلُوهُفَأَعْطَاهُمْ.

Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (pemintaan mereka).” [4]

  1. Haji Beserta Umrah Adalah Kewajiban Yang Dilakukan Sekali Dalam Seumur Hidup, Bagi Setiap Muslim, Baligh, Berakal, Merdeka Serta Mampu.

Firman Allah Ta’ala:

إِنَّأَوَّلَبَيْتٍوُضِعَلِلنَّاسِلَلَّذِيبِبَكَّةَمُبَارَكًاوَهُدًىلِّلْعَالَمِينَفِيهِآيَاتٌبَيِّنَاتٌمَّقَامُإِبْرَاهِيمَۖوَمَندَخَلَهُكَانَآمِنًاۗوَلِلَّهِعَلَىالنَّاسِحِجُّالْبَيْتِمَنِاسْتَطَاعَإِلَيْهِسَبِيلًاۚوَمَنكَفَرَفَإِنَّاللَّهَغَنِيٌّعَنِالْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) men-jadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali ‘Imran: 96-97]

  1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di tengah-tengah kami, beliau bersabda:

أَيُّهَاالنَّاسُقَدْفَرَضَاللهُعَلَيْكُمُالْحَجَّفَحُجُّوْا،فَقَالَرَجُلٌ: أَكُلَّعَامٍ،يَارَسُوْلَاللهِ؟فَسَكَتَ،حَتَّىٰقَالَهَاثَلاَثاً،ثُمَّقَالَصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ :لَوْقُلْتُنَعَمْ،لَوَجَبَتْ،وَلَمَااسْتَطَعْتُمْ. ثُمَّقَالَ: ذَرُوْنِيمَاتَرَكْتُكُمْ،فَإِنَّمَاهَلَكَمَنْكَانَقَبْلَكُمْبِكَثْرَةِسُؤَالِهِمْوَاخْتِلاَفِهِمْعَلَىٰأَنْبِيَائِهِمْ،فَإِذَاأَمَرْتُكُمْبِشَيْءٍفَأْتُوْامِنْهُمَااسْتَطَعْتُمْ،وَإِذَانَهَيْتُكُمْعَنْشَيْءٍفَدَعُوْهُ.

Telah diwajibkan atas kalian ibadah haji, maka tunaikanlah (ibadah haji tersebut).” Lalu ada seorang berkata, “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Lalu beliau diam sampai orang tersebut mengatakannya tiga kali, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andaikata aku menjawab ya, niscaya akan menjadi suatu kewajiban dan niscaya kalian tidak akan mampu (melaksanakannya).” Kemudian beliau bersabda, “Biarkanlah aku sebagaimana aku membiarkan kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah banyak bertanya dan banyak berselisih dengan Nabi mereka. Apabila aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, maka laksanakanlah semampu kalian. Dan apabila aku melarang sesuatu, maka tinggalkanlah.” [5]

  1. Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بُنِيَاْلإِسْلاَمُعَلَىخَمْسٍ،شَهَادَةِأَنْلاَإِلهَإِلاَّاللهُ،وَأَنَّمُحَمَّدًارَسُوْلُاللهِ،وَإِقَامِالصَّلاَةِ،وَإِيتَاءِالزَّكَاةِ،وَحَجِّالْبَيْتِ،وَصَوْمِرَمَضَانَ.

Islam dibangun atas lima pilar: (1) Persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa Ramadhan” [6]

  1. Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هَذِهِعُمْرَةٌاسْتَمْتَعْنَابِهَا،فَمَنْلَمْيَكُنْعِنْدَهُالْهَدْيُفَلْيَحِلَّالْحِلَّكُلَّهُ،فَإِنَّالْعُمْرَةَقَدْدَخَلَتْفِيالْحَجِّإِلَىٰيَوْمِالْقِيَامَةِ.

Ini adalah ibadah umrah yang kita bersenang-senang dengannya. Barangsiapa yang tidak memiliki hadyu (binatang kurban), maka hendaknya ia bertahallul secara keseluruhan, karena ibadah umrah telah masuk kepada ibadah haji sampai hari Kiamat.” [7]

  1. Dari Shabi bin Ma’bad, ia berkata, “Aku pergi menemui ‘Umar, lalu aku berkata kepadanya:

يَاأَمِيْرَالْمُؤمِنِيْنَ،إِنِّيأَسْلَمْتُ،وَإِنِّيوَجَدْتُالْحَجَّوَالْعُمْرَةَمَكْتُوبَيْنَعَلَيَّ،فأَهْلَلْتُبِهِمَا،فَقَالَ: هُدِيْتَلِسُنَّةِنَبِيِّكَ.

Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku telah masuk Islam, dan aku yakin bahwa diriku telah wajib menunaikan ibadah haji dan umrah, lalu aku mulai mengerjakan kedua ibadah tersebut.’ Lalu beliau berkata, ‘Engkau telah mendapat-kan petunjuk untuk melaksanakan Sunnah Nabimu.” [8]

[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 – September 2007M]

Sumber: https://almanhaj.or.id/1538-keutamaan-haji-dan-umrah.html

Saat ini, untuk dapat menunaikan ibadah haji secara regular dari pemerintah, calon jamaah haji diharuskan menunggu 15 sampai 25 tahun, bahkan calon jamaah haji khusus pun terkadang juga harus menunggu antrian hingga 5 tahun. Tentunya situasi tersebut memberatkan bagi orang tua yang sudah usia senja. Untuk menghindarinya, mari kuatkan niat untuk menuntaskan rukun islam kelima ini dengan segera mendaftarkan diri dan mengamankan porsi kuota haji selagi muda. Untuk diketahui pendaftaran haji dapat dilakukan sejak usia 12 tahun. Sedangkan untuk menunaikan ibadah umroh, calon jamaah tidak diharuskan mengantri sampai puluhan tahun. Calon jamaah hanya perlu mencari travel umroh yang akan membantu dalam pelayanan ibadah umroh. Pilihlah yang sesuai dengan 5 hal arahan dari Kementerian Agama, pertama Pastikan travel telah memiliki ijin resmi penyelenggaraan umroh yang terdaftar di Kementerian Agama, kedua Pastikan Jadwalnya, ketiga Pastikan terbangnya, ke-empat Pastikan hotelnya, dan ke-lima Pastikan Visanya. Jadi bagi yang MAMPU, berusahalah untuk menunaikan ibadah umroh minimal sekali seumur hidup sehingga gugur kewajiban kita sebagai umat muslim untuk berziarah ke tanah Mekkah.

Jika niat menunaikan Ibadah Haji dan Umroh hanya karena Allah SWT dan rangkaian ibadah berhasil dilaksanakan dengan baik dan benar, Insya Allahdapat memberikan perubahan pribadi ke arah yang lebih baik daripada sebelumnya. Diantaranya adalah hidup akan terasa lebih religius, lebih peka dan peduli kepada sesama dan lebih dermawan.Rejeki yang diberikan Allah SWTpun padanya akan dimanfaatkan dengan baik dan digunakan untuk kepentingan sosial yang terarah dengan baik dan benar.Hal ini dikarenakan di hatinya telah tercipta niat untuk menggapai cinta Allah SWT dan menjadi ihsan yang mulia. Tentunya hal ini berat, namun apabila bisa dijalankan secara istiqamah, insyaallah Allah SWT akan membalas amal ibadah kita dengan yang sebaik-baiknya. Amin ya Robbal Alamiin…

******************************

FacebookTwitterGoogle+Share
Categories: Blog Shabilla Travel